Tampilkan postingan dengan label Sains & Tekno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains & Tekno. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 November 2016

Inilah 5 Fakta 'Mengejutkan' Terkait Supermoon 14 November 2016

Inilah 5 Fakta 'Mengejutkan' Terkait Supermoon 14 November 2016



Fenomena langit supermoon kembali dapat disaksikan pada 14 November 2016. Saat itu, Bulan akan terlihat paling besar dan terang dalam kurun 70 tahun terakhir.

Pastikan Anda tak melewatkan peristiwa tersebut, karena Bulan tak akan berada di jarak sedekat itu hingga 25 November 2034.

Seperti dilansir Space.com, astronom di Slooh Community Observatory, Bob Breman, mengatakan bahwa bulan purnama itu tak hanya menjadi supermoon yang terdekat dan tercerah selama 2016, tapi juga terbesar sejak 1948.

Supermoon terjadi ketika Bulan mencapai fase penuhnya--Bulan purnama--dan berada di titik terdekat dengan Bumi. Hal tersebut membuat Bulan terlihat lebih besar dan terang dibanding dengan purnama.
Ternyata, terdapat fakta mengejutkan mengenai supermoon yang patut kita ketahui. Dikutip dari Space.com, Minggu (13/11/2016), berikut 5 di antaranya:

1. Bulan Tak Terlihat Begitu Beda

Meski menurut peneliti supermoon akan membuat Bulan 15 persen lebih besar dan 16 persen lebih terang dari bulan purnama biasa, rata-rata astronom amatir tidak akan melihat banyak perbedaan.
"Itu tidak cukup untuk melihat perbedaannya, kecuali Anda benar-benar memperhatikan," ujar editor senior pada majalah Sky & Telescope, Alan MacRobert dalam sebuah pernyataan.

Namun ada kemungkinan bahwa bulan akan terlihat sangat besar jika Anda melihatnya di dekat ufuk atau kaki langit, di mana efek tersebut dikenal dengan nama "Ilusi Bulan".

Ilmuwan berpendapat bahwa penampakan tersebut terjadi karena mereka yang melihatnya dapat dengan mudah membandingkan Bulan dengan bangunan di dekatnya. Alasan lain adalah karena otak manusia memproses obyek di ufuk lebih besar daripada obyek dengan ukuran serupa di langit.


2. Ombak Akan Lebih Tinggi

Mereka yang tinggal di dekat laut akan mengalami pasang surut yang lebih besar dari biasanya, layaknya "pasang purnama" yang terjadi saat fase Bulan berada dalam fase baru atau penuh.

Hal itu disebabkan karena Matahari, Bumi, dan Bulan akan berada dalam satu garis selaras, dan tarikan gravitasi kedua benda angkasa luar itu yang menyebabkan ombak di Bumi akan lebih tinggi.
Sky & Telescope memperkirakan, pasang akan mengalami kenaikan sekitar 5 cm saat terjadi supermoon 14 November.


3. Supermoon Terjadi 3 Kali pada 2016

Para pengamat langit yang beruntung akan dapat melihat tiga supermoon sekaligus untuk menutup 2016. Sementara supermoon pada Oktober sudah berlalu, masih terdapat dua supermoon lain yang terjadi pada 14 November dan 13 Desember.

Hal tersebut dapat disebut peristiwa langka, karena biasanya supermoon terjadi satu kali setiap 13 bulan.

Meski Bulan tampak indah pada fenomena supermoon, namun para pengamat langit akan kesulitan untuk melihat obyek seperti nebula, galaksi, atau meteor karena terhalang oleh Bulan yang bersinar terang.

4. Supermoon 14 November Jadi Salah Satu yang Paling Terang

Jika Anda pernah melihat supermoon sebelumnya, jangan sampai melewatkan fenomena itu 14 November 2016.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, supermoon 14 November akan menjadi yang paling terang sejak 1948. NASA juga menyebut, fenomena itu baru akan terjadi lagi pada 25 November 2034.

Untuk menyaksikan fenomena itu, Anda tak perlu menggunakan teleskop karena supermoon bisa disaksikan dengan mata telanjang. Dikutip dari Conde Nast Traveler,untuk mendapatkan pemandangan terbaik, coba hindari polusi cahaya karena kecerahan Bulan dapat terhalang oleh lampu kota atau awan.

5. Bulan Purnama Tak Persis Sejajar dengan Bumi dan Matahari

Bulan purnama terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis, di mana Bumi terletak di tengah.

Namun secara geometris, ketiganya tak berada sama persis dalam satu garis lurus. Bumi tidak sepenuhnya menghalangi sinar Matahari untuk dipantulkan Bulan.

Matahari, Bumi, dan Bulan sesekali berada di dalam satu garis lurus, di mana peristiwa tersebut menyebabkan gerhana Bulan total. Tak ada gerhana bulan total yang terjadi pada 2017, namun para pengamat langit di Amerika Serikat dapat melihat gerhana Bulan total atau sebagian pada 21 Agustus 2017.

Rabu, 09 November 2016

Ternyata burung migrasi bisa terbang 10 bulan tanpa henti

Ternyata burung migrasi bisa terbang 10 bulan tanpa henti


Para ilmuwan telah lama menyatakan burung layang-layang biasa berukuran sedang yang bermigrasi mungkin menghabiskan sebagian besar hidup mereka untuk terbang, tapi baru sekarang mereka membuktikan bahwa mereka bisa terbang selama 10 bulan, hampir satu tahun, tanpa mendarat.

"Temuan ini secara signifikan mendorong batasan bagi apa yang kita ketahui mengenai fisiologi hewan," kata penulis utama studi itu Anders Hedenstrom dari Lund University di Swedia dalam satu pernyataan.

"Fase terbang 10-bulan adalah waktu paling lama yang kami tahu dalam spesies burung apa pun. Ini rekor," katanya.

Sebelumnya, banyak ilmuwan telah mendapati burung frigate dan alpine dapat terbang terus-menerus selama tujuh bulan.

Untuk studi itu, para peneliti mengikuti 13 individu burung, beberapa di antaranya selama dua tahun berturut-turut, menggunakan log mikrodata yang dilekatkan pada masing-masing burung di Swedia Selatan.

Log-log data itu memungkinkan para peneliti menentukan apakah burung berada di udara atau tidak, percepatan mereka, dan di mana saja  mereka berada setiap waktu setelah meninggalkan tempat perkembangbiakan pada Agustus untuk bermigrasi ke Afrika dan sebelum kembali untuk musim perkembangbiakan selanjutnya 10 bulan kemudian.

Hasil penelitian menunjukkan sebagian burung mendarat sebentar pada malam hari, kadang sepanjang malam. Bahkan meski demikian burung-burung itu menghabiskan lebih dari 99,5 persen dari masa migrasi 10-bulan dan hibernasi mereka di udara.

Data dari burung lain memperlihatkan bahwa mereka tidak mendarat satu kali pun selama 10 bulan.

Aktivitas terbang burung-burung tersebut seringkali tampak lebih rendah pada siang hari dibandingkan pada malam hari, sangat mungkin karena burung menghabiskan siang hari untuk mencari arus udara hangat, kata para peneliti tersebut.

Hedenstrom mengatakan para peneliti belum mengetahui apakah atau bagaimanakah burung-burung itu tidur tapi "fakta bahwa beberapa burung tak pernah mendarat selama 10 bulan menunjukkan mereka tidur saat terbang".

Barangkali mereka menemukan waktu untuk tidur sebentar selama turun saat fajar dan senja, katanya sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua.

Terlepas dari ongkos energetik tinggi terkait semua penerbangan itu, burung layang-layang juga mampu hidup lebih lama, berbeda dengan pendapat umum yang mengaitkan hidup yang berat dengan mati muda menurut hasil penelitian periset yang dipublikasikan di jurnal Current Biology.

Selasa, 25 Oktober 2016

Suara Mengerikan 'Alien' dari Planet Jupiter

Suara Mengerikan 'Alien' dari Planet Jupiter


Baru-baru ini, NASA mengunggah rekaman suara lingkungan planet Jupiter, tepatnya di area kutub utara dan selatan.

Dalam proses perekaman, NASA menggunakan teknologi radio plasma wave darispacecraft Juno. Ia mampu merekam dengan memanfaatkan suara aktivitas partikel energi di aurora kutub tersebut. Namun, NASA harus mengonversi suara itu karena spektrumnya terlalu tinggi.



Setelah dikonversi, suara itu kini berdurasi 1 menit, yang tadinya berdurasi 13 jam.

Suara rekaman itu justru malah terdengar begitu mengerikan. Sampai-sampai, para ilmuwan NASA menamai suara ini dengan julukan 'suara Alien'.

"Suara tersebut seolah-olah suara 'makhluk' Jupiter yang mencoba berkomunikasi dengan kita. Padahal, suara ini merupakan emisi paling kuat yang diciptakan dari kutub Jupiter. Kini, kita akan mencoba menelusuri asal muasal partikel elektron tersebut," ujar Bill Kurth, co-investigator Waves Instrument untuk planet Jupiter dari University of Iowa sebagaimana dikutip dari Mirror, Rabu (7/9/2016).

Para ilmuwan NASA mengatakan, suara tersebut juga terjadi akibat fenomena alam yang kerap terjadi di permukaan sang Planet Raksasa, seperti adanya badai besar.

"Ada sebuah gesekan konstan yang terjadi antara angin matahari dan magnetosfer yang terjadi di Jupiter," kata William Dunn, salah satu astronom yang mengamati cahaya tersebut.

"Kami tak yakin cahaya tersebut berasal dari badai yang terjadi pada kedua kutub. Akan tetapi, kami ingin memahami interaksi tersebut dan efek apa yang akan berdampak pada planet itu," tutur pria yang juga tengah mengemban studi di laboratorium UCL Mullard Space Science ini.

"Dengan mempelajari bagaimana cahaya tersebut muncul, kami tentu bisa mengeksplorasi lebih banyak daerah yang dikontrol oleh medan magnetik Jupiter dan tentunya dipengaruhi oleh cahaya Matahari," pungkas William.

Minggu, 23 Oktober 2016

Terpecahkan Misteri Segitiga Bermuda Ternyata "KUNCI" nya Awan Segi Enam

Terpecahkan Misteri Segitiga Bermuda Ternyata "KUNCI" nya Awan Segi Enam



Selama berabad-abad Segitiga Bermuda dihubungkan dengan beberapa jumlah kasus menghilangnya kapal atau pesawat secara misterius di wilayah itu.

Terletak di antara Miami, Puerto Rico, dan Pulau Bermuda, misteri segitiga bermuda yang selama bertahun-tahun diteliti oleh para ilmuwan diduga telah terpecahkan.

Awan aneh yang terbentuk di atas segitiga bermuda, diduga dapat menjelaskan kenapa puluhan kapal dan pesawat menghilang secara misterius setiap kali melewati wilayah laut tersebut.

Sebuah teori baru menyatakan bahwa awan tersebut terhubung dengan 'bom angin' berkecepatan 273 kilometer per jam, yang dapat menjatuhkan transportasi udara maupun laut yang berada di sekitar wilayah barat utara Samudera Atlantik.

Seperti dikutip dari News.com.au, Minggu (23/10/2016), teori tersebut dikemukakan oleh para ahli meteorologi kepada Science Channel.

Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan gambar radar satelit menemukan adanya awan berbentuk 'hexagonal' atau segitiga enam dengan lebar 32 dan 80 kilometer, yang dapat membuat gelombang air laut naik setinggi 13 meter.

"Biasanya kita tidak melihat awan dengan ujung yang lurus seperti ini. Kebanyakan awan berbentuk tak beraturan," ujar Dr. Steve Miller dari Colorado State University, dikutip dariUSMagazine.com.

Sementara itu Dr. Randy Cerveny dari University of Arizona menambahkan bahwa 'bom udara' terbentuk dari sebuah proses yang disebut microbursts -- angin kencang dengan arah pergerakan menukik ke tanah yang menyebabkan penyimpangan udara.

"Angin kencang itu terlihat seperti badai yang dengan mudah dapat menenggelamkan sebuah kapal. Microburst kemudian menghantam lautan sehingga membentuk gelombang yang terkadang sangat besar," kata Cerveny.

Kawah Dasar Laut dan Kutukan

Sebelumnya ada beberapa teori yang muncul mencoba menjelaskan fenomena yang telah 'memakan' lebih dari 20 pesawat dan 50 kapal dalam jangka waktu 100 tahun.

Seperti salah satunya yang mengatakan bahwa adanya serangkaian kawah bawah laut di dasar Laut Barents, lepas pantai Norwegia.

Kawah degan lebar 800 meter dan kedalaman 45 meter itu diduga merupakan penyebab banyaknya transportasi udara dan laut menghilang secara misterius.

"Banyak kawah besar terdapat di dasar laut yang terletak di pusat-barat Laut Barents dan mungkin terbentuk karena ledakan gas yang sangat besar," ujar peneliti dari the Arctic Univeristy of Norway kepada Sunday Times.

"Kawah tersebut mungkin merupakan salah satu tempat yang merepresentasikan lokasi meledaknya gas metan di Arktik," tambah peneliti yang tidak disebutkan namanya itu.

Rincian dari temuan tersebut akan dirilis pada pertemuan tahunan European Geosciences Union pada bulan depan, di mana para ahli akan menganalisis apakah gelembung gas semacam itu dapat mengancam kapal yang sedang berlayar.

Tidak hanya penjelasan secara ilmiah, teori yang mengatakan insiden Segitiga Bermuda adalah sebuah kutukan juga tak luput dari pendengaran.

Teori tersebut mengklaim, 'ilmuwan' menemukan piramida kristal yang terletak 2.000 meter di dasar laut pada 2012 dengan menggunakan teknologi yang belum diketahui oleh ilmu pengetahuan modern.
Pencetus teori konspirasi menyebut, piramida kristal itulah penyebab hilangnya sejumlah pesawat dan kapal di wilayah Segitiga Bermuda.

Laporan yang beredar secara online pada 2012, menyebut seorang ilmuwan bernama Dr Meyer Verlag, menemukan piramida kristal yang ukurannya tiga kali lebih besar dari Piramida Giza.

"Verlag meyakini bahwa penyelidikan lebih lanjut di pusat piramida dapat mengungkap banyak informasi mengenai sejumlah kasus hilanganya sejumlah hal terkait dengan Segitiga Bermuda," demikian menurut website Before It's News.

Laporan tersebut mengklaim, Verlag mempresentasikan temuannya itu dalam sebuah konferensi pers yang dilakukan di Bahama, di mana ia mengungkap koordinat piramida.

Minggu, 16 Oktober 2016

5 Langkah Ampuh Mengatasi Ponsel Android yang Mulai Lambat

5 Langkah Ampuh Mengatasi Ponsel Android yang Mulai Lambat


Ponsel Android seringkali terasa semakin lelet dan mudahcrash. Hal seperti ini tentu mengecewakan, apalagi kalau yang dibeli adalah ponsel mutakhir dengan harga hampir mencapai puluhan juta rupiah.


Saat baru pertama kali dibeli, ponsel Android bekerja dengan gegas dan lancar. Setelah beberapa bulan dipakai barulah terasa kinerjanya berkurang.



Kinerja yang lelet tersebut sebenarnya tidak selalu permanen. Ada saja yang terjadi karena suatu sebab dan bisa disembuhkan dengan menempuh cara tertentu.



Cobalah lakukan tujuh cara ampuh, yang dirangkum KompasTekno dari berbagai sumber, untuk mengembalikan kinerja ponsel kembali seperti waktu baru beli.



1. Update OS



Pastikan ponsel Android yang Anda pakai sudah diperbarui ke sistem operasi versi terbaru. Caranya, masuk ke Setting> About device> Software update dan sentuh tombol Check for updates.



Bila menemukan pembaruan, segera unduh dan pasang ke ponsel Anda. Biasanya, selain memperbaiki kinerja, pembaruan ini juga berisi bermacam fitur baru.



Hal yang sama juga berlaku pada aplikasi yang terpasang di ponsel. Usahakan untuk selalu memperbaruinya agar kinerja aplikasi tersebut tetap kencang.



Tentu saja tidak semua produsen ponsel merilis pembaruan untuk sistem operasi Android yang mereka pakai. Adakalanya produsen hanya menyematkan Android 5.1 Lollipop tanpa memperbaruinya ke Android 6.1 Marshmallow. Bahkan, pembaruan keamanan atau sistem secara berkala pun seringkali tidak ada.



Bila itu yang terjadi, tak banyak yang bisa diperbuat. Pengguna cukup memperhatikan saja dan memilih produsen yang rajin memperbarui softwaremereka.



2. Bersihkan home screen



Home screen atau layar utama seringkali dipenuhi berbagai shortcut(pemintas) aplikasi, baik yang baru dipasang atau karena sering dipakai. Cobalah untuk membersihkan pemintas tersebut, hapus dan sisakan seperlunya saja.



Selain itu, pastikan juga bahwa wallpaper yang dipasang bersifat statis. Hindari wallpaper bergerak karena ini berperan membebani kinerja ponsel.



3. Hapus atau matikan aplikasi tak terpakai



Bila menemukan aplikasi yang jarang atau tidak pernah dipakai, segera hapus. Pasalnya aplikasi tersebut juga memenuhi ruang pemrosesan dalam ponsel. Artinya, aplikasi tersebut punya andil dalam membebani kinerja.



Jika tidak bisa dihapus, biasanya Anda tetap bisa mematikan aplikasi tersebut supaya tidak memakan memori.



Caranya, masuk ke Settings> Apps dan perhatikan aplikasi yang ada di sana. Bila menemukan salah satu atau beberapa yang ternyata tak berguna, langsung sajak klik dan pilih disable untuk mematikan tanpa menghapusnya atau uninstall agar langsung dihapus.


4. Matikan animasi


Kurangi atau matikan animasi, maka kinerja Android Anda bisa lebih kencang. Caranya, masuklah ke mene Settings> About phone kemudian carilah menuDevice information atau systems.



Dari menu tersebut, cari kolom yang menampilkan Build number. Sentuhlah kolom tersebut sebanyak 7 kali untuk mengaktifkan mode Developer.



Setelahnya, di dalam menu Settings, akan muncul pilihan Developer option. Masuklah ke sana dan temukan kolom Window animation scale, Transition animation scale, serta Animation duration scale. Secara berurutan, ubah angka yang tertera menjadi 0.5x atau Animation off.



5. Bersihkan cache aplikasi

Aplikasi biasanya menyimpan data cached agar bisa dibuka kembali dengan cepat. Seiring berjalannya waktu dan pemakaian ponsel, data cached tersebut bisa menumpuk makin besar dan memakan banyak memori. Kinerja ponsel melambat.


Supaya kinerja sedikit lebih lancar, cobalah longgarkan memori ponsel Anda. Masuk ke Settings> Apps, kemudian pilih aplikasi yang biasanya menyimpan banyak cache. Misalnya media sosial seperti Path. Buka aplikasi tersebut dan pilihlah Clear Cache.



Bila menggunakan Android 6.0.1 Marshmallow, Anda bisa membuka Settings> Storage dan pilih carilah kolom Clear cache.



Pada prakteknya setiap ponsel meletakkan kolom clear cache ini di posisi yang berbeda-beda. KompasTekno menggunakan Lenovo Vibe P1 bersistem operasi Android 6.0.1 Marshmallow dan menemukan fitur Trash Cleaner, untuk membersihkan cache, ada dalam menu Storage.



Selain itu ada juga aplikasi pihak ketiga yang bisa membersihkan cache, misalnya CC Cleaner atau Clean Master.

Kamis, 13 Oktober 2016

Inilah Bayi Tabung dari Tiga Orang Tua Pertama di Dunia

Inilah Bayi Tabung dari Tiga Orang Tua Pertama di Dunia



Pada saat ini telah ditemukan cara baru dalam proses hamil bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF), yakni IVF ‘tiga orang tua’. Selama ini proses bayi tabung yang ada merupakan program reproduksi buatan yang menyatukan sel telur dan sperma di dalam tabung. Artinya dalam bayi tabung, sebenarnya cukup melibatkan sel telur dan sperma dari dua orang tua saja. 
Nah, bayi tabung tiga orang tua ini sudah menunjukkan tanda keberhasilan. Kasus pertama kali ditemukan pada sepasang orang tua berkebangsaan Yordania. Pasangan tersebut melakukan IVF tiga orang tua di Meksiko. Bayinya hasil bayi tabung orang tua itu lahir dalam keadaan sehat dan kini menginjak usia lima bulan. 
Lalu, apa fungsi dari IVF tiga orang tua ini?
Dilansir Science Alert, Rabu 28 September 2016, peneliti King College London, Dusko Ilic, menjelaskan, IVF tiga orang tua ini berfungsi untuk membuat bayi terhindar dari kondisi genetik mematikan yang diturunkan dari ibunya.
 
Ilic menjelaskan, istilah IVF tiga orang tua disebabkan karena melibatkan pihak ketiga, yakni perempuan yang sehat tanpa penyakit. Nah, wanita Yordania yang menjalankan IVF tiga orang tua ini diketahui menderita sindrom Leigh, yakni gangguan fatal pada sistem saraf. Penyakit tersebut diwariskan dari wanita.
 
Teknik yang dilakukan oleh ibu Yordania ini adalah pengalihan pronuclear. Jadi sebelum sel telur dan sperma orang tua disatukan di dalam tabung, inti sel telur ibu kandung diganti sel telur wanita pendonor sehat atau orang tua ketiga. Barulah, sel telur yang dinyatakan ‘sehat’ itu dikawinkan dengan sperma si orang tua laki-laki.
 
“Teknik ini menciptakan lima embrio. Tetapi hanya satu yang dikembangkan sehat, dan ditanamkan ke ibu. Bayi kini berusia lima bulan dan tampaknya akan berkembang secara normal, tanpa tanda-tanda sindrom Leigh,” kata Ilic.
 
Tapi ilmuwan masih banyak yang khawatir, prosedur IVF tiga orang itu dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi anak di masa depan.

Senin, 10 Oktober 2016

Yang Perlu Kamu Tahu Ternyata Lebah ternyata pintar !! Inilah Buktinya..

Yang Perlu Kamu Tahu Ternyata Lebah ternyata pintar !! Inilah Buktinya..


Peneliti di Inggris berhasil mengajarkan lebah cara menarik senar untuk mendapatkan makanan. Hewan itu ternyata mampu meneruskan pengetahuan tersebut ke koloninya. 

Kemampuan itu menunjukkan tingkat kepintaran lebah relatif tinggi meskipun ukuran otaknya kecil. 

Peneliti Universitas Queen Mary London (QMUL) mengatakan, eksperimen semacam itu biasa dipakai untuk menguji primata dan burung. 

eksperimen menunjukkan, beberapa jenis serangga berhasil melewati ujian yang sama bahkan meneruskan pengetahuannya ke generasi selanjutnya. 

Temuan itu menguatkan bukti adanya "penyebaran budaya" - atau kemampuan mempelajari dan meneruskan pengetahuan serta keahlian - yang tidak hanya dimiliki manusia, tetapi juga hewan lain termasuk serangga. 

"Transmisi budaya tidak membutuhkan tingkat kognisi tinggi mengingat fitur tersebut bukan hanya milik manusia," kata Clint Perry, salah satu ketua peneliti. 

Riset yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Biology, Selasa, memperlihatkan, peneliti berhasil melatih 23 dari 40 kelompok lebah untuk menarik senar dengan kakinya. 

Senar itu terhubung dengan "bunga" buatan berisi makanan di bagian pusat, ditempatkan di bawah layar transparan. 

Lebah mampu mendeteksi makanan di bawah layar, sehingga mereka belajar menarik "bunga" ke luar dengan menyentak senar memakai kakinya. 

Kelompok lebah lain juga menjalani ujian yang sama, tetapi mereka tak dilatih oleh peneliti. Hasilnya dua dari 110 lebah berhasil mendapatkan makanan di "bunga" tersebut. 

Sementara itu, kelompok lebah lain dibiarkan mengamati sesamanya yang dilatih menarik senar. Sekitar 60 persen diantaranya berhasil mempelajari keahlian tersebut. 

Tahap akhir, lebah yang terlatih digabung dalam satu koloni, dan peneliti menemukan, pengetahuan itu berhasil disebar ke mayoritas lebah pekerja. 

Lars Chittka, profesor QMUL yang mengawasi penelitian mengatakan, tim periset berusaha keras mengungkap proses belajar-mengajar dalam otak lebah. 

"Bagaimana mereka melakukannya dengan ukuran otak yang relatif kecil, bagaimana sistem saraf hewan itu memproses ragam perilaku dan aktivitas kognisi tersebut?" katanya. 

Minggu, 25 September 2016

Meteorit Ini Diduga Terbesar Kedua di Dunia

Meteorit Ini Diduga Terbesar Kedua di Dunia



Meteorit seberat 30 ton ditemukan di Argentina minggu lalu oleh tim ilmuwan dari Chaco Association of Astronomy.

“Ini adalah kejutan bear,” ujar Mario Vesconi, presiden Astronomy Association of Chaco. “Meteorit tersebut terkubur di kedalaman 5 meter dan memiliki lebar hampir 2 meter.”

Ia menambahkan bahwa meteorit yang diberi nama ‘Gancedo meteorite’ tersebut memiliki berat 30.800 kilogram. Namun tim mengatakan akan melakukan pengukuran ulang untuk konfirmasi resminya nanti.

Penemuan ini ditemukan di area yang disebut dengan Campo del Cielo, atau yang jika diterjemahkan artinya “Ladang langit” atau “Ladang Surga”. Area tersebut sebenarnya terletak di perbatasan antara provinsi Chaco dan Santiago del Estero, barat laut dari ibukota Buenos Aires.

Situs ini sebelumnya tertutupi oleh sebuah kawah yang terbentuk karena hujan meteor 4.000 tahun lalu.

Banyak media lokal yang memberitakan temuan itu sebagai meteor terbesar kedua yang pernah ditemukan, meskipun laporan tersebut belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut.

Meteorit paling besar yang pernah ditemukan adalah meteor yang ada di Namibia. Temuan itu dikenal dengan nama ‘Hoba’. Berat dari meteor tersebut mencapai 60 ton, dan diduga menghantam Bumi sekitar 80.000 tahun yang lalu.

Nilai potensial yang dihasilkan dari adanya meteorit itu sendiri belum didiskusikan. Namun, politisi lokal Livio Gutierrez dalam sambutannya pada warga di Campo del Cielo, mengatakan bahwa temuan itu akan menjadi langkah baru dalam ilmu pengetahuan. Tak hanya itu, lokasi temuan itu akan berpotensi meningkatkan pariwisata di sana.

Selasa, 20 September 2016

Inilah Teleskop terbesar di dunia dalam sepanjang sejarah peradaban manusia

Inilah Teleskop terbesar di dunia dalam sepanjang sejarah peradaban manusia


Teleskop radio terbesar di dunia akan selesai dibangun dan mulai beroperasi pada akhir September, beserta peraturan yang melindungi fasilitas tersebut.

Pembangunan teleskop dengan bukaan lensa bulat berukuran 500 meter, yang disebut dengan FAST (Five hundred meter Aperture Spherical Telescope), telah memasuki tahap akhir di daerah Pingtang, di provinsi Guizhou, baratdaya China, yang berpegunungan.

FAST yang dibangun di atas lahan berukuran 30 kali lapangan bola tersebut mengalahkan Observatorium Arecibo milik Puerto Rico dengan diameter lensa 300 meter.

Pemerintah setempat tengah menyusun aturan untuk menjamin operasi yang aman, yang akan mulai berlaku pada 25 September 2016, kata seorang sumber Observatorium Qiannan dilansir Xinhua.

Berdasarkan peraturan tersebut, FAST membutuhkan keheningan radio dalam radius 10 kilometer.

Pembangunan proyek-proyek yang tidak relevan akan dilarang di area inti, dan bagi pelanggarnya akan dikenakan denda hingga 100.000 yuan atau sekitar 15.000 dolar AS.

Peraturan tersebut juga melarang beberapa kegiatan seperti berburu, mencari kayu atau reklamasi lahan di daerah inti, dengan menggarisbawahi pencegahan kebakaran hutan.

Menurut aturan itu, 25 September akan ditetapkan sebagai hari ilmu astronomi untuk prefektur ini.

Pembangunan FAST dimulai pada Maret 2011 dengan biaya 1,2 miliar yuan.

Sekitar 8.000 orang yang berada di daerah inti akan direlokasi.

Sabtu, 17 September 2016

Yang Perlu Anda Ketahui Bahwa 7 'Fakta' Ini Ternyata Mitos Belaka, Termasuk Ramalan Zodiak

Yang Perlu Anda Ketahui Bahwa 7 'Fakta' Ini Ternyata Mitos Belaka, Termasuk Ramalan Zodiak

Alam semesta memang menyimpan banyak misteri yang hingga kini belum terkuak. Tak mengherankan jika anggapan dan isu yang sebenarnya hanya merupakan mitos, dipercaya oleh sejumlah orang sebagai fakta.

Misalnya saja tentang Everest yang disebut-sebut sebagai gunung tertinggi di dunia serta Tembok Besar China yang konon terlihat dengan mata telanjang dari Bulan.

Atau, anggapan bahwa astrologi atau ramalan bintang alias zodiak dapat memprediksi watak atau masa depan seseorang. Pun dengan Matahari yang katanya berwarna kuning.

Dikutip dari Iflscience.com, Rabu (14/9/2016), berikut 10 hal tentang alam semesta yang diyakini manusia sebagai fakta, namun ternyata terbukti mitos belaka.

1. Matahari Berwarna Kuning



Meski jika dilihat dari Bumi Matahari terlihat kuning, namun sebenarnya bintang raksasa itu berwarna putih. Atmosfer Bumi antara mata dan Matahari lah yang membuatnya tampak kuning.

Gas dalam atmosfer berperan membelokkan cahaya yang disebut dengan hamburan Rayleigh. Fenomena itu juga yang membuat langit terlihat biru dan menyebabkan Matahari terbenam menampakkan semburat merah dan oranye.

2. Sahara Adalah Gurun Terluas di Bumi



Tak semua gurun harus memiliki suhu panas dan dipenuhi dengan pasir. Jika dilihat dari definisinya, gurun adalah daerah kering yang sulit untuk ditinggali.

Tidak hanya Sahara saja yang masuk ke dalam kategori gurun, Antartika pun cocok untuk tergolong kategori itu, di mana lokasi itu hanya menerima curah hujan 55 milimeter per tahun dan dihuni beberapa hewan.

Dilihat dari ukurannya, Antartika memiliki luas 13 juta kilometer per segi sedangkan Sahara 9,3 juta kilometer per segi. Itu berarti, Antartika adalah gurun terbesar di dunia.

3. Tembok Besar China Terlihat dari Angkasa Luar



Tayangan kartun "Ripley's Believe It or Not!" pada tahun 1932 menyebut Tembok Besar China adalah sebuah karya agung manusia, satu-satunya yang akan terlihat dengan mata telanjang dari Bulan.

Namun hal itu mustahil dilihat manusia jika tak menggunakan bantuan alat. Tembok Besar China baru bisa dilihat angkasa luar melalui teleskop atau kacamata dengan kemampuan 17.000 kali ketajaman visual normal.

4. Petir Tak Menyambar Tempat yang Sama



Walaupun banyak beredar anggapan bahwa petir tak menyambar tempat yang sama, namun hal itu hanya sekedar mitos. Beberapa tempat seperti Empire State Building di New York City dapat 100 kali tersambar petir setiap tahunnya.

5. Everest Gunung Tertinggi di Bumi



Everest memang terkenal sebagai gunung tertinggi di dunia. Hal ini memang benar jika kita mengukur ketinggian dari permukaan laut, yakni 8.848 mdpl.

Walaupun jika diukur dari permukaan laut Gunung Mauna Kea di Hawaii memiliki tinggi 4.205 meter, namun dari dasar laut gunung tersebut merupakan yang tertinggi di dunia, yakni 10.210 mdpl.

6. Berlian Terbentuk dari Batu Bara



Sebagian berlian tak terbentuk dari batu bara yang terkompresi. Sebaliknya, mereka terbentuk dari karbon yang dikompresi dan dipanaskan 144,8 kilometer di bawah permukaan Bumi. Sedangkan batu bara dapat ditemukan di kedalaman 3,2 kilometer.

7. Bulan Berjarak Sangat Dekat dengan Bumi



Terkadang Bulan terlihat sangat dekat dan kita seperti dapat menggapainya. Pada kenyataannya, Bulan mengorbit pada jarak 384.633 kilometer dari Bumi.

Jika kita bisa naik pesawat Boeing 747 menunju Bulan dalam kecepatan tinggi, maka dibutuhkan waktu hingga 17 hari untuk dapat ke sana.